Senin, 04 Mei 2015

Praktik Manajemen Laba sebelum dan Sesudah Initial Public Offering



Initial Public Offerings (IPO) adalah mekanisme yang harus dilakukan perusahaan saat melakukan penawaran saham pertama kalinya kepada khalayak ramai di pasar perdana.
Selain itu IPO juga memberi celah bagi manajemen perusahaan untuk dapat melakukan manajemen laba. Manajemen laba muncul sebagai konsekuensi pihak-pihak manajemen dalam pembuatan laporan keuangan demi kepentingan perusahaan itu sendiri. Manajemen laba tidak bisa diartikan sebagai upaya negatif yang merugikan, karena tidak selamanya manajemen laba selalu memanipulasi tingkat keuntungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat praktik manajemen laba satu tahun sebelum dan satu tahun sesudah IPO dilakukan.
Penelitian ini menggunakan data manajemen laba 1tahun sebelum dan 1 tahun setelah IPO. Sampel diambil sebanyak 48 perusahaan yang dilakukan secara purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi. Data dianalisis dengan menggunakan analisis Paired-samples T Test dengan software SPSS 17.0.

Hasil penelitian menyebutkan bahwa, untuk nilai discretionary accruals satu tahun sebelum IPO mempunyai nilai rata-rata positif. Sedangkan untuk nilai discretionary accruals satu tahun sesudah IPO mempunyai nilai rata-rata negatif, hasil ini menunjukan bahwa pada satu tahun pelaporan sebelum tanggal IPO perusahaan menaikan laba akuntansi, dan pada satu tahun pelaporan setelah tanggal IPO perusahaan menurunkan laba akuntansi. Disamping itu hasil penelitian ini juga menunjukan bahwa adanya perbedaan yang signifikan dari manajemen laba sebelum IPO dengan manajemen laba setelah IPO.

Kata Kunci : Initial Public Offerings (IPO), Manajemen Laba.
Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Posting Komentar