Senin, 04 Mei 2015

ANALISIS EFISIENSI DAN EFEKTIVITAS SISTEM PENGELOLAAN KEUANGAN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH (RSUD) KALIANDA (Studi Kasus pada RSUD Kalianda Tahun Anggaran 2005 Sampai Dengan Tahun Anggaran 2009)



Rumah Sakit sebagai salah satu lembaga jasa layanan kesehatan, muncul sebagai institusi pelayanan kesehatan. Karena itu perlu pemikiran yang tepat yang berkaitan dengan efisiensi dan efektivitas
pelayanan sekaligus mampu memberikan pelayanan yang dapat memuaskan pelanggan, pemberi layanan dan pemilik rumah sakit. dewasa ini persaingan antar rumah sakit semakin ketat maka mau tidak mau rumah sakit tersebut harus memaksimalkan kinerjanya agar dapat bersaing dengan rumah sakit-rumah sakit yang lain, maka efisiensi operasional rumah sakit terutama yang menekan pada rasionalisasi biaya dan efektivitas unit usaha rumah sakit sangat diperlukan untuk menunjang persaingan tersebut

RSUD Kalianda berdasarkan Perda Kabupaten Lampung Selatan No 06 Tahun 2008 tentang Pembentukan, Organisasi  dan Tata Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Lampung Selatan merupakan Lembaga Teknis Daerah, sebagai salah satu Satuan Kerja Perangkat Daerah di Kabupten Lampung Selatan melakukan sistem pengelolaan keuangan yang berdasarkan pelaksanaan APBD Kabupaten Lampung Selatan.

Permasalahan yang dirumuskan adalah: Apakah efisiensi dan efektivitas pengelolaan keuangan RSUD Kalianda sudah tercapai?, dan Apakah operasional dari RSUD Kalianda sudah mencapai BEP (Break Even Point)?.

Perumusan hipotesis adalah Pengelolaan Keuangan RSUD Kalianda belum efisien dan efektif, serta  Operasional RSUD Kalianda belum mencapai titik BEP.

Berdasarkan hasil perhitungan efektivitas dan efisiensi RSUD Kalianda selama tahun 2005 sampai dengan 2009 penilaian kinerja keuangan RSUD Kalianda cukup efektif dan Tidak efisien, hal ini disebabkan tidak pernah tercapainya target penerimaan serta pengeluaran biaya yang tinggi dibandingkan pendapatan RSUD Kalianda.

Dari perhitungan Untuk dapat mencapai BEP maka RSUD Kalianda harus menekan biaya yang terjadi hingga mencapai Rp.874.225.6257,3 maka RSUD Kalianda dapat mencapai Titik Impas, tetapi kenyataanya Biaya rata-rata per Triwulan RSUD Kalianda sebesar Rp. 1.944.389.045 artinya RSUD Kalianda belum mencapai BEP.

Saran yang diberikan RSUD Kalianda perlu meningkatkan kadar efisiensi maupun efektivitas pengelolaan pada skala-skala prioritas terutama dalam perencanaan maupun penggunaan sumber keuangan yang ada serta memperhatikan dan meningkatkan kapasitas kinerja pegawai yang ada. Disarankan juga kepada pengelola RSUD Kalianda agar lebih mempertanggungjawabkan keuangannya kepada lembaga atau orang yang berkepentingan yang sah, lembaga atau orang itu termasuk pemerintah pusat, DPRD, Kepala Daerah dan masyarakat umum.
Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Posting Komentar